https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/issue/feed Jurnal Novem Medika Farmasi 2026-07-02T00:00:00+07:00 apt. Musdalifah,S.Si.,M.Si musdalifah.dty@uim-makassar.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Novem Medika Farmasi (JUNOMEFAR)</strong> adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika &amp; Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas &amp; kuantitas penelitian di bidang sains farmasi dan farmasi klinis yang didasari oleh tingginya kebutuhan informasi yang scientific di bidang ini.</p> <p>Frekuensi Publikasi : 3 Kali setahun (Februari, Juni, November) <strong>ISSN : 2962-9276</strong></p> <p> </p> https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/article/view/2260 Formulasi dan Uji Mutu Fisik Spray Gel Ekstrak Etanol Daun Kacang Gude (Cajanus cajan) 2026-06-30T05:11:42+07:00 Andi Muhammad Nur Ramadhan Feqqi andirama411@gmail.com Nur Ida nurida.dpk@uim-makassar.ac.id Nurul Jummah nuruljummah.dty@uim-makassar.ac.id <p class="s21"><span class="s20"><span class="bumpedFont17">ABSTRAK</span></span></p> <p class="s23"><span class="s15"><span class="bumpedFont17">Daun kacang gude (</span></span><span class="s22"><span class="bumpedFont17">Cajanus cajan</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">) mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, stilbenoid, isoflavon, kumarin, triterpenoid, dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan, antimikroba, serta antiinflamasi. </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">Tujuan</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont17">penelitian</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont17">ini</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont17">untuk</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">memformulasi ekstrak etanol daun kacang gude (</span></span><span class="s22"><span class="bumpedFont17">Cajanus cajan</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">) dalam sediaan </span></span><span class="s22"><span class="bumpedFont17">spray gel </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">yang memenuhi syarat uji mutu fisik. </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">meliputi ekstraks</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">i daun kacang gude </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">secara</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17"> maserasi menggunakan </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">pelarut</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">etanol</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont17">70%. Selanjutnya formulasi sediaan </span></span><span class="s22"><span class="bumpedFont17">spray gel</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17"> dengan variasi konsentrasi ekstrak kacang gude 0,5% (F1), 0,75% (F2), 1% (F3), dilanjutkan pengujian mutu fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji pola penyemprotan, uji waktu kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kacang gude dapat diformulasi dalam bentuk sediaan </span></span><span class="s22"><span class="bumpedFont17">spray gel</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17"> yang memenuhi syarat uji mutu fisik pada F1(0,5%)</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">.</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17"> Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kacang gude</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont17">dalam sediaan </span></span><span class="s22"><span class="bumpedFont17">spray gel</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont17">telah</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17"> memenuhi persyaratan mutu fisik</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">.</span></span></p> <p class="s21"><span class="s20"><span class="bumpedFont17">Kata Kunci: </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">Kacang</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont17">Gude (</span></span><span class="s22"><span class="bumpedFont17">Cajanus</span></span> <span class="s22"><span class="bumpedFont17">cajan),</span></span> <span class="s22"><span class="bumpedFont17">Spray Gel,</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont17">Uji</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont17">Mutu</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont17">Fisik</span></span></p> 2020-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/article/view/2262 Uji Efek Analgetik Ekstrak Etanol Daun Kaca Piring (Gardenia augusta Merr.) terhadap Mencit (Mus musculus) Jantan 2026-06-30T11:17:02+07:00 wilolan Biku wilolanmaryamnapai@gmail.com Sitti Fauzia Noer sittifauziahnoer.dty@uim-makassar.ac.id mustainah Mustainah mustainah.dty@uim-makassar.ac.id <p>Reaksi fisiologis tubuh terhadap kerusakan jaringan yang disebabkan oleh cedera, infeksi, atau peradangan adalah rasa sakit, yang mengaktifkan sistem saraf pusat dan perifer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kaca (<em>Gardenia augusta</em> Merr.) memiliki efek analgesik pada mencit jantan (<em>Mus musculus</em>). Hewan percobaan dibagi menjadi lima kelompok setelah ekstrak daun kaca diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 70%: kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 2,5 mg/20 g BW, 5 mg/20 g BW, dan 10 mg/20 g BW, kelompok kontrol positif (asam asetilsalisilat), dan kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%). Hewan percobaan diberi suntikan intraperitoneal asam asetat 1% untuk menimbulkan rasa sakit setelah berpuasa selama 8 jam, di mana mereka tetap diberi air. Mencit kemudian diberi perlakuan dan dibiarkan selama 30 menit. Jumlah gerakan menggaruk selama satu jam digunakan untuk mengukur efek analgesik. Menurut temuan penelitian, rata-rata gerakan menggeliat mencit pada kelompok kontrol negatif (18,05), kelompok kontrol positif (4,63), kelompok dosis 2,5 mg/20 g BB (7,72), kelompok dosis 5 mg/20 g BB (6,94), dan kelompok dosis 10 mg/20 g BB (6,44) sebanding dengan kelompok kontrol positif, sedangkan dosis 2,5 mg/20 g BB memiliki efek yang lebih rendah.</p> 2026-07-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/article/view/2162 Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Serum Minyak Atsiri Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Terhadap Cutibacterium acnes 2026-01-27T08:12:50+07:00 Muhammad Syahriadi muh.syahriadianwar@gmail.com Nur Ida nurida.dpk@uim-makassar.ac.id Arfiani Arifin Arfianiarifin.dty@uim-makassar.ac.id <p>Minyak atsiri daun cengkeh (<em>Syzygium aromaticum</em> L.) mengandung senyawa Eugenol yang berpotensi sebagai antibakteri. Pengembangan sediaan serum topikal dari minyak atsiri ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan penggunaan dan efektivitas penghantaran zat aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi sediaan serum minyak atsiri daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) yang mampu menghambat bakteri Cutibacterium acnes dan memenuhi syarat mutu fisik. Desain penelitian ini yaitu eksperimental laboratorium meliputi pembuatan serum dengan variasi konsentrasi minyak atsiri 0,4%(FI), 0,8% (FII) dan 1,6%(FIII) kemudian dilanjutkan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi dan uji mutu fisik. Penelitian menunjukkan bahwa serum FIII dengan konsentrasi 1,6% minyak atsiri daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) memiliki zona hambat terbesar yaitu 12,18 ± 0,60 (kategori kuat) dan memenuhi syarat uji mutu fisik sebagai sediaan topikal yaitu sediaan serum.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/article/view/2206 Skrining Fitokimia dan Uji Aktvitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Jamur Kuping (Auricularia auriculajudae) dengan Metode DPPH 2026-06-10T00:03:31+07:00 Munawir munawir15197@gmail.com mustainah Mustainah mustainah.dty@uim-makassar.ac.id Muhammad Iqbal muhammadiqbal.dty@uim-makassar.ac.id <p>Radikal bebas yang dihasilkan dari paparan lingkungan dan gaya hidup tidak sehat dapat menyebabkan stres oksidatif yang berperan dalam berbagai penyakit degeneratif dan gangguan kesehatan lainnya. Salah satu sumber antioksidan alami yang potensial adalah jamur kuping (<em>Auricularia auriculajudae</em>). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder serta menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol jamur kuping. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang diawali dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia diantaranya yaitu identifikasi tanin, saponin, terpenoid, alkaloid, serta flavonoid dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil ekstraksi sebanyak sebanyak 27 gram ekstrak kental dengan persen rendemen sebesar 18,24%. Hasil Skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% jamur kuping positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Hasil Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% jamur kuping memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC<sub>50</sub> sebesar 32,606 µg/mL. Asam askorbat sebagai pembanding memiliki nilai IC<sub>50</sub> sebesar 2,396 µg/mL. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% jamur kuping berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang dapat dikembangkan dalam bidang farmasi dan kosmetik.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/article/view/2251 Uji Farmakologi Formula Gel Ekstrak Etanol Daun Kopasanda (Chromolaena odorata L.) Pada Beberapa Konsentrasi Gelling Agent Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Kelinci (Oryctolagus cuniculus) 2026-06-25T11:41:52+07:00 Alif Alkahfi alifalkahfi706@gmail.com <p>Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas gel ekstrak etanol daun kopasanda (Chromolaena odorata L.) dalam mempercepat penyembuhan luka sayat pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Daun kopasanda diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan steroid yang berpotensi berperan dalam proses penyembuhan luka melalui aktivitas antiinflamasi, antimikroba, antioksidan, serta stimulasi regenerasi jaringan. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10%. Pengujian dilakukan pada luka sayat sepanjang 2 cm dengan kedalaman 1 mm yang dibuat pada punggung kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak etanol daun kopasanda mampu mempercepat proses penyembuhan luka dibandingkan kontrol negatif. Formula dengan konsentrasi 7,5% memberikan hasil terbaik dengan rata-rata waktu penyembuhan selama 6 hari dan menunjukkan efektivitas yang setara dengan kontrol positif (Bioplacenton®). Analisis statistik menggunakan One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (ρ = 0,029; ρ &lt; 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol daun kopasanda memiliki potensi sebagai alternatif terapi topikal alami untuk mempercepat penyembuhan luka sayat, dengan konsentrasi 7,5% sebagai formula yang paling efektif.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/article/view/1909 Pengaruh Lama Penggunaan Kombinasi Obat Anti Diabetik Oral Dan Insulin Terhadap Fungsi Ginjal Pasien Di Fasilitas Kesehatan Kota Makassar 2025-07-20T14:07:38+07:00 Wa Ode Rusnia rusniaodhe03@gmail.com Rusman Rusman rusman.dty@uim-makassar.ac.id Nur Alfiah Irafayanti nuralfiahdty@uim-makassar.ac.id <p>Diabetes melitus tipe 2 yang tidak diterapi dengan &nbsp;baik dapat mengalami penurunan fungsi ginjal laju filtrasi glomelurus dapat menggambarkan penurunan fungsi ginjal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh lama penggunaan kombinasi obat antidiabetik oral dan insulin terhadap penurunan fungsi ginjal, dengan mengamati nilai Laju Filtrasi Glomelurus (LFG), Gula Darah Puasa (GDP), Hemaglobin A1c (HbA1c), Kadar Kreatinin Serum(SCr) pasien. Metode pengambilan sampel yaitu teknik non <em>probability sampling</em> dengan pendekatan <em>purposive sampling</em> berdasarkan pasien yang menggunakan obat antidiabetik oral dan insulin dibagi menjadi 3 kelompok ada yang lama penggunaan obat selama 1-4 tahun, 5-9 tahun, dan 10-14 tahun penderita diabets melitus di fasilitas kesehatan di kota makssar dengan menggunakan analisis <em>regression </em>mendapatkan hasil penelitian kelompok 1 (1-4 tahun), kelompok 2 (5-9 tahun), dan kelompok 3 (10-14 tahun). Didapatkan hasil <em>p value</em> 0,373 lama penggunaan obat terhadap nilai LFG dan p value 0,519 obat antidiabetik oral dan insulin terhadap nilai LFG keduanya menunjukkan hasil yang tidak signifikan dimana lama penggunaan obat tidak berpengaruh terhadap fungsi ginjal.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/article/view/2214 Analisis Kadar Asam Klorogenat dari Senyawa Metabolit Bakteri Endofit Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) 2026-06-12T13:55:46+07:00 kamsidah kamsidah Kamsidahkamsida@gmail.com Rusman Rusman rusman.dty@uim-makassar.ac.id Nurul Jummah nuruljummah.dty@uim-makassar.ac.id yasnidar Yasnidar yasnidarruslan.dpk@uim-makassar.ac.id <p>The highest content found in Arabica coffee beans is caffeine and chlorogenic acid as antioxidants where chlorogenic acid is a drug to control glucose. Endophytic bacteria are microbes that live in plant tissue and are able to form colonies without causing detrimental effects to A bacterium is categorized as endophytic if at least one phase of its life cycle occurs and replicates in plant tissue. The purpose of this study was to isolate endophytic bacteria from green Arabica coffee beans (Coffea arabica L.) and analyze the levels of chlorogenic acid. The method for analyzing chlorogenic acid is using HPLC (High Performance Liquid Chromatography) with a mobile phase of 1% acetic acid: methanol (60:40). Based on the results of the study, one bacterial isolate was obtained from Arabica coffee beans and had a chlorogenic acid content of 3.8730%. So it was concluded that the isolate from Arabica coffee beans contained chlorogenic acid.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/article/view/2258 Pengembangan Sediaan Cairan Pembersih Kewanitaan Ekstrak Etanol Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Sebagai Anti-Kandidiasis 2026-06-30T03:09:16+07:00 Maharani Aulia Ohorella jeonran97@gmail.com Nur Ida nurida.dpk@uim-makassar.ac.id Nur Alfiah nuralfiahdty@uim-makassar.ac.id <p>Ekstrak etanol daun cengkeh (<em>Syzygium aromaticum</em> L.) memiliki aktivitas antijamur terhadap <em>Candida albicans</em>. Pengembangan sediaan cairan pembersih kewanitaan diharapkan dapat dikembangkan sebagai produk pembersih kewanitaan yang lebih ringan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan cairan pembersih kewanitaan yang mengandung ekstrak etanol daun cengkeh (<em>Syzygium aromaticum</em> L.) yang memenuhi syarat mutu fisik dan memiliki aktivitas antijamur terhadap <em>Candida albicans</em>. Desain penelitian ini adalah eksperimental laboratorium, meliputi pembuatan cairan pembersih kewanitaan dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun cengkeh FI (1,5%), FII (3%) dan FIII (6%), setelah itu dilakukan uji mutu fisik, uji potensi iritasi, dan uji aktivitas antijamur. Penelitian ini menunjukkan bahwa cairan pembersih kewanitaan memenuhi syarat mutu fisik dan pada FIII dengan konsentrasi ekstrak (6%) memiliki daya hambat terbesar yaitu 13,45 mm.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/article/view/2212 Analisis Kadar Asam Klorogenat dari Senyawa Metabolit Fungi Endofit Biji Kopi Robusta (Coffea canephora L.) 2026-06-12T06:24:26+07:00 diva angraini putri pdivaangraini@gmail.com Rusman Rusman rusman.dty@uim-makassar.ac.id Muhammad Iqbal muhammadiqbal.dty@uim-makassar.ac.id <p><strong><span class="s16"><span class="bumpedFont17">Endophytic fungi are microorganisms that inhabit plant tissues and can produce bioactive secondary metabolites. Robusta coffee beans (Coffea </span></span><span class="s16"><span class="bumpedFont17">canephora</span></span><span class="s16"><span class="bumpedFont17"> L.) contain chlorogenic acid, a polyphenolic compound with antioxidant, hypoglycemic, antidiabetic, and antibacterial activities. However, studies on chlorogenic acid production by endophytic fungi from </span></span><span class="s16"><span class="bumpedFont17">robusta</span></span><span class="s16"><span class="bumpedFont17"> coffee beans remain limited. This study aimed to determine the chlorogenic acid content produced by metabolites of endophytic fungi isolated from </span></span><span class="s16"><span class="bumpedFont17">robusta</span></span><span class="s16"><span class="bumpedFont17">coffee beans. This experimental laboratory study included isolation of endophytic fungi using the direct planting method, followed by macroscopic and microscopic identification, fermentation, extraction of secondary metabolites by liquid–liquid extraction, and quantitative analysis using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) with a mobile phase of 1% acetic acid and methanol (60:40). One active isolate (KR-01) was obtained, showing yellowish-white, circular, cotton-like colonies and septate hyphae with round, clustered conidia. HPLC analysis revealed a chlorogenic acid content of 1.1257%, with a retention time of 3.8 minutes and a peak area of 1288.49 </span></span><span class="s16"><span class="bumpedFont17">mAU·s</span></span><span class="s16"><span class="bumpedFont17">. These findings indicate that isolate KR-01 has potential as a source of chlorogenic acid.</span></span></strong></p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/article/view/2253 Pengaruh Variasi Konsentrasi Gelling Agent terhadap Mutu Fisik dan Stabilitas Formula Gel Ekstrak Etanol Daun Kopasanda (Chromolaena odorata L.) 2026-06-25T11:38:52+07:00 puput anisa puputanisaputri022@gmail.com Nurul Jummah nuruljummah.dty@uim-makassar.ac.id Nur Alim nuralim.dty@uim-makassar.ac.id <p>Daun kopasanda (<em>Chromolaena odorata</em> L.) memiliki aktivitas antiinflamasi dan antibakteri sehingga berpotensi dikembangkan menjadi sediaan gel. <em>Gelling agent</em> dapat mempengaruhi karakteristik fisik dan stabilitas sediaan, salah satunya adalah carbomer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi carbomer terhadap mutu fisik dan stabilitas gel ekstrak etanol daun kopasanda. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, selanjutnya dibuat formulasi sediaan gel dengan konsentrasi F1 (carbomer 0,75%), F2 (carbomer 1%) dan F3 (carbomer 1,25%), dilanjutkan pengujian mutu fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas. Kemudian dilanjutkan uji iritasi dan uji stabilitas dengan metode <em>cycling test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula sediaan gel ekstrak etanol daun kopasanda memenuhi syarat uji mutu fisik dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit probandus setelah pengamatan 30 menit. Hasil statistik ANOVA menunjukkan variasi konsentrasi carbomer tidak berpengaruh signifikan terhadap pH, daya sebar dan daya lekat, namun berpengaruh signifikan terhadap viskositas. Hasil uji stabilitas 6 siklus dengan metode <em>cycling test</em> menunjukkan daya sebar dan viskositas stabil, sedangkan pH dan daya lekat mengalami perubahan signifikan namun masih berada dalam rentang yang dipersyaratkan.</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://journal.uim-makassar.ac.id/junomefar/article/view/2250 Uji Aktivitas Antibakteri Formula Gel Ekstrak Etanol Daun Kopasanda (Chromolaena odorata L.) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus 2026-06-25T12:44:49+07:00 a_alfiah_ruslan ruslan osi andialfiah1211@gmail.com jasmiadi Jasmiadi Jasmiadi@dty-Makassar.ac.id Nur Alim nuralim.dty@uim-makassar.ac.id <p>Daun kopasanda (Chromolaena odorata L.) diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak etanol daun kopasanda (Chromolaena odorata L.) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) menunjukkan bahwa ekstrak mampu menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 2,5% dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 1,25%. Ekstrak diformulasikan dalam bentuk gel dengan variasi konsentrasi 5% (FI), 7,5% (FII), dan 10% (FIII). Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumuran dengan kontrol positif gentamicin sulfate 0,1% cream dan kontrol negatif basis gel. Hasil pengujian aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa menunjukkan rata-rata diameter zona hambat Formula I sebesar 19,62 mm, Formula II 20,84 mm, dan Formula III 21,41 mm. Sedangkan terhadap Staphylococcus aureus, Formula I sebesar 18,88 mm, Formula II 21,10 mm, dan Formula III 21,12 mm. Hasil analisis statistik menggunakan One Way ANOVA menunjukkan nilai signifikansi</p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi