https://journal.uim-makassar.ac.id/ashabdimas/issue/feedAsh-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakat2026-09-15T20:38:41+07:00Dr. Ir. Saripuddin Muddin, ST.,MTashabdimas@uim-makassar.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>ASH-SHAHABAH : Jurnal Pengabdian Masyarakat </strong>merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Makassar (LPPM UIM). <strong>ASH-SHAHABAH </strong>mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Peneliti, Akademisi dan praktisi.</p> <p><strong>ASH-SHAHABAH</strong> merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System (OJS) diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan <strong>Juni & Desember.</strong></p> <p>Jurnal <strong>ASH-SHAHABAH </strong>Terindeks <strong>SINTA 5</strong> sesuai dengan<span class="OYPEnA font-feature-liga-off font-feature-clig-off font-feature-calt-off text-decoration-none text-strikethrough-none"> Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi No: 10/C/C3/DT.05.00/2025 tanggal 21 Maret 2025.</span></p>https://journal.uim-makassar.ac.id/ashabdimas/article/view/2358Sosialisasi Literasi Digital sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Keamanan Data Privasi Masyarakat Kelurahan Losari2026-08-10T08:08:06+07:00Abdillah Sasabdillah.sas@universitasbosowa.ac.idAbd Nur Chalidabdulnurchalid01@gmail.comSupriadi Syamsupriadisyam@universitasbosowa.ac.idEka Desy Asgawantiekadesy@polimedia.ac.id<p>Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan data pribadi menjadi persoalan mendesak seiring meningkatnya penggunaan layanan digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Kelurahan Losari, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, mengenai keamanan data dan privasi digital. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Desember 2025 melalui metode sosialisasi berupa pemaparan materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan instrumen pretest dan posttest berisi 10 butir soal yang diisi oleh 27 peserta. Hasil menunjukkan rata-rata skor meningkat dari 75,56 (pretest) menjadi 78,15 (posttest), dengan proporsi peserta berkategori paham baik (skor ≥70) meningkat dari 74,1% menjadi 85,2%. Meski demikian, peningkatan tidak merata pada seluruh peserta: sembilan peserta mengalami kenaikan skor, sepuluh peserta tetap, dan delapan peserta mengalami penurunan. Analisis butir soal turut menemukan penurunan ketepatan jawaban pada dua soal terkait pengenalan modus kejahatan digital, yang mengindikasikan perlunya penguatan materi lanjutan. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun kesadaran privasi digital masyarakat Kelurahan Losari, namun memerlukan program edukasi berkelanjutan agar dampaknya lebih merata dan bertahan lama.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ash-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakathttps://journal.uim-makassar.ac.id/ashabdimas/article/view/2359Developing an English for Tourism Module Based on Local Wisdom for Tourism Stakeholders in Kahayya Tourism Village2026-08-10T08:34:43+07:00Dien Afni Ariyatiafnidien@gmail.comSri Hariati Mustarisrimustari@gmail.comAnna Maria Daudanha0844@gmail.comErlina HBerlina.hb@tritunas.ac.idAndi Mu’tiah Sariams@tritunas.ac.id<p>This community service project aims to develop and implement an English for Tourism module based on the local wisdom of Kahayya Tourism Village for tourism stakeholders. The activity was conducted through four stages: needs assessment, module development, expert validation, and module implementation and evaluation. The participants involved in this project were tourism stakeholders in Kahayya Tourism Village, including local tour guides, homestay owners, culinary entrepreneurs, coffee tourism practitioners, and members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). The developed module was evaluated through expert validation and practicality assessment. Four experts representing the fields of English for Specific Purposes (ESP), English Language Teaching and material development, tourism, and tourism practice validated the module using Aiken's V coefficient. The practicality of the module was evaluated using a questionnaire administered to 30 tourism stakeholders. The validation results revealed an overall Aiken's V coefficient of 0.95, indicating that the module possesses a very high level of content validity across all evaluated aspects. Furthermore, the practicality evaluation yielded an overall score of 94.18%, categorized as Very Practical, suggesting that the module is highly practical, contextually relevant, and appropriate for implementation among tourism stakeholders. The integration of local wisdom into authentic tourism communication practices provides meaningful learning experiences and supports the contextualization of English for Tourism materials. This project contributes to the development of contextualized English for Specific Purposes instructional materials by integrating local wisdom and community-based tourism practices into English language learning.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ash-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakathttps://journal.uim-makassar.ac.id/ashabdimas/article/view/2282Pelatihan Test of English as Foreign Language (TOEFL) untuk Mahasiswa Program Studi Farmasi2026-07-10T09:44:25+07:00Warsidi Warsidiwarsidi.dty@uim-makassar.ac.idAlfiandy Kamalalfiandykamal@uim-makassar.ac.id<p>Pentingnya bahasa inggris di lingkungan pendidikan dan dunia kerja telah mendorong berbagai pelatihan bahasa inggris, termasuk pelatihan <em>Test of English as Foreign Language</em> (TOEFL). Namun, meskipun pelatihan telah dilaksanakan diberbagai background bidang ilmu dan dunia kerja, pelatihan TOEFL untuk mahasiswa farmasi masih terbatas dan belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, paper ini akan mempresentasikan hasil pelaksanaan pelatihan skill TOEFL kepada mahasiswa sarjana farmasi dari transfer diploma. Pelaksanaan pelatian dilaksanakan selama 20 pertemuan (90 menit setiap pertemuan), kombinasi online via zoom dan offline di dalam kelas. Pelatihan dilakukan melalui pendekatan deskripsi materi, pemberian contoh studi kasus, latihan soal, dan pembahasan, yaitu pemebrian alasan setiap klaim. Selain itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya kapan saja, dengan materi TOEFL yang mana saja. Hasilnya mengesankan, yaitu sebagian peserta merasa antusias terhadap latihan ini, baik dari segi deskripsi materi, pemberian contoh studi kasus, latihan menjawab soal, dan pembahasan atas klaim jawaban. Pelatihan ini memiliki implikasi praktis terhadap pemahaman bahasa inggris peserta, khususnya program TOEFL.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ash-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakathttps://journal.uim-makassar.ac.id/ashabdimas/article/view/2361Pengembangan Wirausaha Sosial Edukasi Kesehatan untuk Mendukung Pemenuhan Kuota Mahasiswa2026-08-20T06:57:04+07:00Grace K.L. Langikllge@yahoo.comOlga L Paruntuolgaparuntu467@gmail.comRuqayah Yunusruqayah.junus1707@gmail.com<p>Pemenuhan kuota mahasiswa baru menjadi salah satu tantangan yang perlu direspons perguruan tinggi melalui strategi yang tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga memperkuat kontribusi institusi kepada masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dan alumni dalam mengembangkan kewirausahaan sosial melalui pemanfaatan kompetensi kesehatan menjadi produk dan jasa edukasi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial. Kegiatan dimulai dari persiapan program April sampai Juni 2026 di Poltekkes Kemenkes Manado dengan melibatkan 40 peserta, terdiri atas 27 mahasiswa Gizi, mahasiswa Kebidanan, dan 8 alumni Gizi. Kegiatan menggunakan pendekatan pembelajaran partisipatif dan experiential learning melalui pemaparan materi, diskusi, identifikasi masalah, penggalian peluang usaha, pembentukan kelompok, serta penyusunan gagasan bisnis. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta identifikasi ide usaha dan calon tenant. Sebelum pelatihan, 60% peserta belum memahami konsep wirausaha sosial bidang edukasi kesehatan sesuai profesi atau keahliannya. Setelah pelatihan, seluruh peserta (100%) mencapai kategori memahami. Kegiatan juga menghasilkan enam ide usaha yang dikembangkan oleh enam kelompok dan selanjutnya menjadi calon tenant. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong peserta mengubah kompetensi kesehatan menjadi gagasan usaha. Tahap lanjutan diarahkan pada pengembangan prototipe, validasi pasar, pemasaran digital, transaksi, dan penguatan keberlanjutan usaha.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ash-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakathttps://journal.uim-makassar.ac.id/ashabdimas/article/view/2376Pemanfaatan Media Loose Parts dalam Pembelajaran IPAS di SDN 17 Parang Luara Kelas V 2026-09-15T20:38:41+07:00A. Zam Immawan Alamzam@matappa.ac.idKhaerun Nisa’a Tayibuica@matappa.ac.idFirdha Razakfirdha@matappa.ac.idSiti Sukaenah Masukaenahpgsd64@gmail.comNurul Fiqratul Hurriyahnrlfqrtlhurryh@gmai.com<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berangkat dari rendahnya motivasi dan keaktifan belajar siswa kelas V di UPT SDN 17 Parang Luara, ditambah dengan masih terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Kondisi geografis wilayah mitra turut menjadi tantangan tersendiri karena jaringan internet kerap tidak stabil dan pemadaman listrik dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga rencana penggunaan platform digital Quizizz sebagai media evaluasi tambahan tidak dapat direalisasikan pada hari pelaksanaan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pembelajaran IPAS yang lebih adaptif, inovatif, dan menyenangkan melalui media konkret Loose Parts berbahan alam. Pelaksanaan kegiatan mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah dan penyusunan perangkat pembelajaran, pembukaan, pre-test, penyampaian materi dan eksplorasi Loose Parts menggunakan bahan alam seperti rumput, ranting, batu, dan biji-bijian, presentasi hasil eksplorasi dan tanya jawab, ice breaking, post-test, dan penutupan. Data dihimpun melalui observasi, hasil pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Hasil post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor kelas dari 50,0 menjadi 63,3, meskipun peningkatan pada tingkat individu bervariasi. Observasi juga mencatat peningkatan keaktifan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap konsep rantai makanan pada ekosistem sawah. Kegiatan ini menegaskan bahwa media Loose Parts berbahan alam dapat menjadi alternatif pembelajaran IPAS yang efektif dan tetap dapat diandalkan meskipun infrastruktur teknologi di sekolah masih terbatas.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ash-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakat