Pengembangan Wirausaha Sosial Edukasi Kesehatan untuk Mendukung Pemenuhan Kuota Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.59638/ashabdimas.v5i1.2361Keywords:
edukasi kesehatan, kewirausahaan sosial, mahasiswa kesehatan, Poltekkes, wirausahaAbstract
Pemenuhan kuota mahasiswa baru menjadi salah satu tantangan yang perlu direspons perguruan tinggi melalui strategi yang tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga memperkuat kontribusi institusi kepada masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dan alumni dalam mengembangkan kewirausahaan sosial melalui pemanfaatan kompetensi kesehatan menjadi produk dan jasa edukasi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial. Kegiatan dimulai dari persiapan program April sampai Juni 2026 di Poltekkes Kemenkes Manado dengan melibatkan 40 peserta, terdiri atas 27 mahasiswa Gizi, mahasiswa Kebidanan, dan 8 alumni Gizi. Kegiatan menggunakan pendekatan pembelajaran partisipatif dan experiential learning melalui pemaparan materi, diskusi, identifikasi masalah, penggalian peluang usaha, pembentukan kelompok, serta penyusunan gagasan bisnis. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta identifikasi ide usaha dan calon tenant. Sebelum pelatihan, 60% peserta belum memahami konsep wirausaha sosial bidang edukasi kesehatan sesuai profesi atau keahliannya. Setelah pelatihan, seluruh peserta (100%) mencapai kategori memahami. Kegiatan juga menghasilkan enam ide usaha yang dikembangkan oleh enam kelompok dan selanjutnya menjadi calon tenant. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong peserta mengubah kompetensi kesehatan menjadi gagasan usaha. Tahap lanjutan diarahkan pada pengembangan prototipe, validasi pasar, pemasaran digital, transaksi, dan penguatan keberlanjutan usaha.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ash-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
